Victorian Tumblr Themes

Ayolah, tolong aku mulai lelah.

Rasanya lebih anyir dari darah yang mengalir di pergelangan tanganku. Saat aku tertawa renyah dan bertopeng ketenangan di depan mereka, setelah aku diusir dari rumah semalam.

Ayolah, tolong pikirkan kembali.

Tentu kau bisa menyeka air mataku sekarang. Tentu kau bisa menenagkan dan membuka tabir panggung sandiwaraku saat ini. Tapi ingatlah ini bukan hanya tentang semalam atau hari ini, namun dua puluh satu tahun perjalanan hidupku dan jalan takdir yang terbentang. Apakah kau akan membelokkan semuanya? Benarkah kau sanggup bertahan dengan hidupku yang malang?

Ayolah, tolong aku mulai benci semua ini.

Tentu aku suka setiap ciuman bergairah dan waktu-waktu yang kita habiskan untuk berangan, tapi apa gunanya jika aku harus selalu kembali bergumul dengan realita? Kenyataan bahwa aku akan terbangun dengan bibir penuh lebam dan mimpi tergilas kuasa pengalaman.

Ayolah, tolong izinkan aku.

Biarkan aku memilih. Melepaskan jiwaku atau melepaskan ikatan kita.

Kesadaran

Aku meringkas satu per satu
Kesadaran
Yang tercecer, hampir tertimbun

Sadarlah aku
Darah baru kering
Lebam baru hilang
Luka masih menganga

Kupecahkan lagi kesadaran
Biar tercecer
oleh hangatnya minuman
Atau dirusak
Mimpi khayalan liar

Untuk apa jadi sadar
Jika hanya untuk menyadari
Ku tak bisa bertahan lebih lama lagi

"She also considered very seriously what she would look like in a little cottage in the middle of the forest, dressed in a melancholy gray and holding communion only with the birds and trees; a life of retirement away from the vain world; a life into which no man came."

- A.A. Milne  (via ladyofanaturalstate)

"Sometimes you just have to be brave. You have to be strong. Sometimes you just can’t give in to weak thoughts. You have to beat down those devils that get inside your head and try to make you panic. You struggle along, putting one foot a little bit ahead of the other."

- James Marsden (via psych-facts)

Ijazah Kita

Seperti ada yang mengejar
Saat berpaling, hanya bayang-bayang
Seperti ada yang menekan
Saat mendongak, hanya matahari yang tertawa
Apa yang mengejar kita?
Hingga berpeluh dan tersengal
Apa yang menekan kita?
Hingga berat dan tertatih

Mereka bilang ini semua untuk masa depan
Siapa mereka?
Pembaca kartu tarot?
Kata mereka ini semua untuk kehidupan
Hidup yang seperti apa?
Tawanan harapan dan mimpi?

Tak tahu juga kenapa bertahan
Terus berlari
Dikejar bayang ilusi
Terus berdikari
Ditumpuki palu godam

Siapa yang bodoh di antara kita?
Tanyakan pada serpihan cermin
Yang menusuk punggung
Pinta jawabnya pada serpihan kertas
Yang bertuliskan ‘ijazah’

Mungkin mereka bilang
mau jadi apa kita ini

Bercinta-cintaan
ditemani rokok, arak, bir
nada dan warna

Kau baru saja jadi sarjana
menunggu kepastian sana-sini
Aku masih berkutat dengan skripsi
tapi keliling kedai kopi dan bir saja

Tapi aku suka begini saja
Naif, seperti anak yang tak ingin dewasa

Wisudawan

Untukmu yang seorang wisudawan
Berseragam toga
Bersiap dengan masa depan yang tinggal sejengkal
Kau buat semua orang tahu, juga orang tuamu
Bahwa kau bukan lagi penghuni ruang kuliah
Tapi penjelajah rimba dengan garis takdir berliku

Untuk kau yang seorang wisudawan
Jangan melihat ke belakang lagi
Mereka yang menjatuhkanmu, memutilasi mimpimu
Jangan juga memaksakan
Sesuatu yang pergi biarlah menghilang
Seperti kenangan masa lalu yang terkubur di bawah bangku kelas

Wisudawan yang kusayang
Buatlah mimpi liarmu nyata
Dan isi asamu dengan perjuangan
Aku bertahan untuk memijat bahumu jika lelah
Mendengar racauanmu tentang pembicaraan mereka di balik punggungmu
Dan memikirkan mimpi mana yang bisa kuwujudkan bersamamu

Syrup of the Societyp

I gather people’s sayings
Put them all in a pitcher
Until it is full of words, sentences, swores, sighs, judgments, gossips, accuses, secrets and lies
I mix them up with a spoon of sharp and handy tongue
Some empty glasses waited to be filled
I pour the mixture into the glasses
Put some sweeteners to make up the acid
Add drops of color to cover up the plain
Syrup of the Society, as I am the chef
It is ready to be served on the dining table or coffee table
Enjoy it with your family, friends and lovers
Then watch closely whether it works for them

"Terimakasih telah meyakinkanku. Akan selalu kuingat suara dentingan dua botol bir seraya kau berbisik, “Happy anniversary.”"

"Aku ingin mengundang semua rasi bintang untuk menari di lantai dansa sambil melontarkan satu persatu kenangan dari sudut benakku."

Your drawing. Our initials.

Your drawing. Our initials.

Tuhan, mungkin kau hanya ingin mempertemukanku dengannya. Maka lapangkan kedua hati kami untuk saling melepaskan dan berjalan dengan tuntunan tanganmu.

"Close your eyes and imagine the best version of you possible. That’s who you really are, let go of any part of you that doesn’t believe it"

- C. Assaad (via psych-facts)