Victorian Tumblr Themes

"I’m stuffed with literature. I don’t talk to anyone."

- Charles Baudelaire in a letter to Caroline Aupick. August 3rd, 1838 (via days-of-reading)

30 September 1965, 1966, 2004, 2014

Ah aku masih sering menangis kalau mengingatmu. Padahal sudah sepuluh tahun aku dan semesta dunia ini melepasmu pergi. Bukannya ingin memberatkan perjalananmu, hanya saja aku masih mengharapkan lebih banyak ceritera di setiap malam-malam dengan kopi hitam dan rokok lintingan tanganmu.

Hari ini tanggal 30 September. 2014. Tahun 1965 ada kejadian sejarah yang sampai sekarang masih abu-abu siapa otak, siapa pelaku dan korban. Tahun 1966 ada kejadian sejarah yang menjadi sebuah cerita menarik tersendiri dalam keluarga ini. Tahun 2004 ada kejadian sejarah yang merubah hidupku. Dan sekarang, tahun 2014, semua kejadian sejarah itu berputar-putar dalam alam bawah sadarku, dengan sisa ingatan dan siluet imajinasi terproyeksi dengan alur yang tidak kronologis.

Aku masih ingin mendengarkan ceritamu. Apa yang kau tahu tentang kejadian 1965 dan bagaimana kau mengalami kejadian 1966. Karena di tahun 2004 mataku belum terlalu kuat untuk terus terjaga sampai malam dan mendengarkan kisahmu. Inginku di tahun 2014 ini aku masih bisa menjadi pendengar setiamu.

Kulihat mereka mulai menggeliat bergerak, mencari atau lebih tepatnya meraba-raba kebenaran dengan sorotan lampu senter yang masih cukup redup. Mereka yang punya beberapa runtutan kejadian yang hampir sama denganmu. Ingin kutarik lenganmu dan kupinta kau, “Katakan sesuatu.” Katakan bagaimana kau mengagumi Sukarno, katakan bagaimana menjadi abdi pemerintah yang kemudian dicap kiri dan anti Pancasila, katakan bagaimana hidup di padang savana di timur Indonesia bernama Pulau Buru, katakan bagaimana kau mendapati kartu identitasmu berbeda dengan orang-orang ‘bersih’, katakan bagaimana kau menuliskan aspirasimu di lembar-lembar kertas yang berserakan tanpa tersampaikan. Katakan kau sebenarnya masih ingin berbagi banyak hal denganku.

Ah, betapa bangganya aku sempat mengenalmu dalam karma hidupku. Tak perduli aku dengan statusmu sebagai tahanan, karena kau akan selalu menjadi pahlawan.  Pahlawan yang tidak akan disebut di buku pelajaran, fotonya terpajang di kelas atau menerima bintang jasa. Karena itulah Kakek, aku juga masih sering menangis saat menyadari sejarah ini ditulis oleh mereka yang menang. Dan apakah aku akan masih menjadi seseorang yang selalu merindukan dan menangisi semuanya di 30 September berikutnya? 

"A book is somehow sacred. A dictator can kill and maim people, can sink to any kind of tyranny and only be hated, but when books are burned, the ultimate in tyranny has happened. This we cannot forgive."

- John Steinbeck

"A little stress helps you perform better when studying. It pressures you to focus. Too much stress reduces your ability to process and absorb information."

- (via psych-facts)
justdharmaquotes:

Peace from within ~ Mahatma Gandhihttp://bit.ly/1xwgWAs
Each one has to find his peace from within. And peace to be real must be unaffected by outside circumstances.
Mahatma Gandhi
from the book “Wisdom for the Soul: Five Millennia of Prescriptions for Spiritual Healing”http://amzn.to/14pHIrR

justdharmaquotes:

Peace from within ~ Mahatma Gandhi
http://bit.ly/1xwgWAs

Each one has to find his peace from within. And peace to be real must be unaffected by outside circumstances.

Mahatma Gandhi

from the book “Wisdom for the Soul: Five Millennia of Prescriptions for Spiritual Healing”
http://amzn.to/14pHIrR

"Benarkah lingkungan akan semakin bersahabat? Berteman dengan aku yang mengenakan rok di tengah mereka y6ang mendewakan gaya hidup modern? menerima perempuan dengan tato dan menikmati sebotol bir di ujung senja?"

Benar Tuhan cuma satu, dan hanya kita yang berbeda?
Aku pikir ini semua hanya karena terlalu banyak manusia yang memperkenalkan Tuhan masing-masing dan menciptakan dikotomi perbedaan.

"

She was an angel craving chaos,
he was a demon seeking peace.

But they were each other’s toxic cure
called codependency.

He tried to dig his way out of a coffin,
‘cause she smothered him with care.

Before they lived in castles they were dying on a prayer.

"

(Sudah Tahu) Genjer-Genjer?

Sejarah negara kita ini memang kaya. Tidak hanya tentang narasi Gerakan 30 September yang punya berbagai versi, bahkan kita punya lirik Genjer-Genjer ala masa kolonialisme yang notabene ditulis asli oleh sang pengarangnya, Muhammad Arief, dengan bahasa daerah Osing; lirik yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia; dan yang paling menarik adalah lirik yang dibuat pada zaman Orde baru, tanpa informasi penulis yang jelas dan dipenuhi dengan tuduhan-tuduhan. Mari kita lihat semuanya, biar kita tahu tentang Genjer-Genjer, salah satu kekayaan sejarah bangsa ini. 

Lirik Genjer-Genjer dalam bahasa Osing:

Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Genjer-genjer nong kedokan pating keleler
Emak’e thole teko-teko mbubuti genjer
Emak’e thole teko-teko mbubuti genjer
Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tolah-toleh
Genjer-genjer saiki wis digowo mulih

Genjer-genjer esuk-esuk didol ning pasar
Genjer-genjer esuk-esuk didol ning pasar
Dijejer-jejer diuntingi podho didhasar
Dijejer-jejer diuntingi podho didhasar
Emak’e jebeng podho tuku nggowo welasah
Genjer-genjer saiki wis arep diolah

Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Setengah mateng dientas yo dienggo iwak
Setengah mateng dientas yo dienggo iwak
Sego sak piring sambel jeruk ring pelonco
Genjer-genjer dipangan musuhe sego

Lirik genjer-genjer dalam bahasa Indonesia:

Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Ibu si bocah datang mencabuti genjer
Ibu si bocah datang mencabuti genjer
Dapat sebakul dia berpaling begitu saja tanpa melihat ke belakang
Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang

Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ibu si gadis membeli genjer sambil membawa wadah-anyaman-bambu
Genjer-genjer sekarang akan dimasak

Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Genjer-genjer masuk periuk air mendidih
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Nasi sepiring sambal jeruk di dipan
Genjer-genjer dimakan bersama nasi

Coba lihat yang dilakukan manipulator Orde Baru yang berlagak penulis lirik lagu:

Jendral Jendral Nyang Jakarta pating keleler
Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral
Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh
Jendral Jendral saiki wes dicekeli
Jendral Jendral isuk-isuk pada disiksa
Dijejer ditaleni lan dipelosoro
Emake Gerwani, teko kabeh milu ngersoyo
Jendral Jendral maju terus dipateni

Jadi versi mana yang ingin kau nyanyikan? 

Dan lihatlah sayang, bagaimana perempuan yang kau panggil sebagai perpanjangan tangan Tuhan ini sekarang tengah meringkuk di sudut ruangan, berdarah dan memanggil nama Tuhan-nya dalam kepedihan? 

black rose is always be the best thing.

black rose is always be the best thing.

yeah.

yeah.

"Apakah kau bisa melihat monster yang harus kulawan setiap malam?"