Victorian Tumblr Themes

Sesungguhnya aku merindukan seseorang yang akan mengajakku menari di bawah bulan dan bernyanyi tanpa peduli sumbang atau tidak. Menghabiskan waktu, membebaskan kata-kata dan meliarkan imajinasi; sampai pagi, sampai aku lupa bahwa mungkin kematian telah mengintip perlahan di balik punggungku.

Aku tidak menyalahkan dirinya yang pergi, atau dirimu yang tidak lagi mengajakku bernyanyi sampai parau, atau kebekuan hatiku yang mengusir mereka jauh dari kehidupanku. Ya, aku hanya merindukan kegilaan itu. 

"Dan sampai kapan pertarungan idealisme antara kita berlangsung? Kau yang selalu menyakinkanku bahwa aku tidak sendiri. Dan aku yang selalu mendengus dan berkata, “Kita semua akan berakhir sendiri, sayang.”"

"Sayang, jangan menghiburku lagi. Kugenggam tanganmu dan menyelamatkan dirimu. Aku telah terlatih untuk menyelamatkan diriku sendiri."

"How do you let go of attachment to things? Don’t even try. It’s impossible. Attachment to things drops away by itself when you no longer seek to find yourself in them."

- Eckhart Tolle (via lazyyogi)

Terjungkal. Kita sedang terjungkal. Bukan lutut kita, namun mimpi dan harapan. Inilah yang kusebut dengan perang generasi atau mungkin pertarungan idealisme. Kita yang masih berkepala dua, dengan ambisi yang seringkali mengesampingkan perasaan, dihiasi khayalan kehidupan masa depan yang penuh misteri. 

Sebuah obrolan di ujung pagi, seperti biasa dengan ruangan yang dipenuhi dengan asap rokok dan hangat oleh sajian kopi di atas meja. Pria itu berbicara dengan suara yang masih sama seperti sebelum penyakit menggerogoti raganya. Tentang keluarga. Mungkin dinasti yang terbangun selama berpuluh-puluh tahun. Bagaimana dia menatapku dan mulai meratapi nasib keluarga ini, terpecah-pecah oleh ego dan terinjak-injak oleh godaan kekuasaan. Sebuah paradoks dari harapan yang dilambungkan oleh generasi sebelum kita yang mengharapkan kedamaian di antara komunitas ini. 

Lalu dengan tatapan nanar kau memandangku dan mengutarakan keinginanmu. “Kalian yang akan mengembalikan keadaan ini seperti saat mbah-mbahmu masih hidup.” 

Aku rasakan lututku bergetar dan lidahku kelu. Kotak harapan daam kepalaku terbuka dan tertumpahkan semua isinya. Bagaimana aku ingin segera ingin pergi dari rumah dan meneruskan rajutan mimpiku yang tidak akan terputus sampai aku mati. Dan tanggung jawab ini turun di pundakku, menjungkalkan sejenak perjalanan liar mimpiku.

Bukan, aku bukan pahlawan untuk kalian, apalagi keluarga ini. Aku tidak akan meminta kalian menyelamatkan aku, maka jangan pinta seorang jalang ini untuk menyelamatkan kalian.

"I’ve found that growing up means being honest. About what I want. What I need. What I feel. Who I am."

- Epiphany.  (via senyahearts)

"Don’t break a writer’s heart and think ink won’t spill."

- Ten Word Story #38 - M.D.L (via mingdliu)

"The ultimate meditation is: surrender to reality. The more you fight, the more you are in conflict with it, the more you will be a loser. In deep surrender, the ego disappears. And when the ego is not there, for the first time you become aware of that which has always been there."

- Osho (via abiding-in-peace)
Both of us are the most creative sign :D

Both of us are the most creative sign :D

10 Myths about Introvert
I hope so

I hope so