Victorian Tumblr Themes

"Terimakasih telah meyakinkanku. Akan selalu kuingat suara dentingan dua botol bir seraya kau berbisik, “Happy anniversary.”"

"Aku ingin mengundang semua rasi bintang untuk menari di lantai dansa sambil melontarkan satu persatu kenangan dari sudut benakku."

Your drawing. Our initials.

Your drawing. Our initials.

Tuhan, mungkin kau hanya ingin mempertemukanku dengannya. Maka lapangkan kedua hati kami untuk saling melepaskan dan berjalan dengan tuntunan tanganmu.

"Close your eyes and imagine the best version of you possible. That’s who you really are, let go of any part of you that doesn’t believe it"

- C. Assaad (via psych-facts)

"You think you know me, that’s why I’m leaving you lonely."

"And I’m being left alone with the rain of my own tears."

"I’ve lost. Myself. You try to reach me. But you just can’t help me. So long, goodbye. You tried to save me. It won’t work this time."

- Falling in Reverse. 

"I didn’t like having to explain to them, so I just shut up, smoked a cigarette, and looked at the sea."

- Albert Camus, The Stranger (via wordsnquotes)

Masih cerita dengan tema  tragis yang sama. Jangan sampai kau bilang ini membosankan, kau harus bayangkan jika tema ini menjadi kanto kehidupanmu. bau anyir darah yang begitu dekat dengan hidung, kepala yang berdentum ritmik dan warna biru-hitam yang terpantul di permukaan cermin.

Masih naskah dengan skenario yang sama. Kata-kata pembelaan dirapal bagai mantra untuk setiap pertanyaan. 

Aku tidak apa-apa.
Aku tidak apa-apa.
Aku 
tidak
apa-
apa, kawan.

Walaupun senyumku bau anyir, semuanya lebih baik daripada air mata di hadapan mereka. Walaupun tawaku kosong, lebih baik daripada keluhan di telinga-telinga yang lelah. Aku juga tidak menyalahkan semua dari mereka yang berlagak pahlawan namun menjatuhkan. Apalagi menuntut duduk bersila akan mengakhiri lingkaran ini. Tidak. Karena 

aku 
tidak
apa-
apa.

Selamat tinggal.

Bir Bir Bibir

Busa-busa satu persatu pecah
di bibir gelas

Batang demi batang terbakar
menyesakkan dada

Sisa-sisa ciuman terasa
di sudut bibir

Harapan demi harapan melambung
memenuhi ruang mimpi

Kata-kata perpisahan terucap
dari bibir hitam kering

Kenangan demi kenangan dimainkan
memberatkan langkah

Benci aku
dengan bir yang tidak meluruhkan kenangan
dengan rokok yang tidak melepaskan nafas kelegaan
dengan kita yang bertahan, berlagak punya harapan
Padahal terhempas di dasar lautan angan