Permalink
apa itu yang diajarkan oleh agama yang kau yakini itu? yang kau baca dari yang mereka panggil kitab suci? yang kau dengar dari imam yang kau elu-elukan? aku tak tahu apa yang salah dari ajaran yang kau terima, atau kau saja yang terlalu menutup mata.
bodoh. itu yang kau cercakan pada orang-orang yang tengah berusaha mencari ‘keyakinan’ jika itu memang ada. iya itu kau, yang dengan mudah dianggap beragama hanya karena ‘agama keturunan’. tapi ingatlah tak semuanya seperti dirimu, banyak yang ingin mencari apa sebenarnya agama itu, dan mereka perlu waktu untuk memutuskan apakah mereka masih perlu menggenggam keyakinan itu. mereka punya hak untuk itu, jangan kau hakimi.
hubungan antar penganut agama yang berbeda. mengapa? kau sepertinya belum pernah menjalaninya, dan mulutmu tak pernah berhenti meracau tentang itu. menyindirku? silahkan saja. aku tak pernah peduli agama apa yang ia anut, ia bawa sejak ia lahir. yang terpenting kami saling membuka mata dan hati. kubiarkan dia mengagungkan tuhan yang ia sembah, beribadah sebagai ritualnya, dan ia membiarkanku mencari jawaban untuk pertanyaan, apa itu agama dan perlukah aku beragama? tak ada masalah padaku atau padanya, seperti kau bermasalah dengan kekasihmu.
lalu terus saja kau berkata seperti para ahli agama. menyalahkan manusia-manusia seperti aku, yang memanggil diriku sendiri ‘losing my faith’. ya, setelah enam tahun pendidikan agama, kenapa? paling tidak aku tak menghakimi orang lain, baik mereka beragama atau tidak.
aku makin berpikir jika ini yang dilakukan orang beragama, maka aku tak salah jalan.