Victorian Tumblr Themes

"I had no interest in babies or the concept of motherhood. I was interested only in humans my own age and size, and could not generate any enthusiasm at the prospect of being a mother."

- Toni Morrison, The Bluest Eyes

"Then we make out everyday for you can’t stand for my lips."

"Dealing with feeling is overrated. Be a half-numb and you’ll be okay."

Oh rasakan ada sepotong tembok besar tinggi yang membatasi ruang pikir kita. Jangan, jangan kau lihat dengan mata telanjang, karena yang akan kau lihat hanya senyum dan tawa gelak kita. Rasakan dengan sisa perasaan dan hati yang kau masih punya. Apa? Aku tidak bisa menghancurkannya, bahkan melihat ujungnya aku tak mampu, hanya terasa benar-benar berat dan menghentikan langkahku sejurus. Apakah kau sudah merasakannya? Belum?
Baiklah, apakah kau masih ingat tentang obrolan pagi itu dengan dua cangkir kopi pahit dan sebatang coklat yang meluber di hadapan kita? Hampir berbusa aku berbicara, sampai kuputuskan untuk berbicara secukupnya saja. Lalu sebuah surat yang kuselipkan di kado ulang tahunmu, untuk menjelaskan diamku dan menenangkan risaumu. Aku tuliskan di sana bahwa aku memang lebih mudah meracau dalam tulisan, dan menyimpan banyak hal dalam bibirku yang cukup tersenyum.
Ah lalu kau bilang semuanya tidak masalah, tembok itu mungkin ada, namun tidak menjauhkan kita. Tentu, tentu saja aku setuju denganmu. Nyatanya kita bersanding, dengan kenaifanmu dan keras kepalaku. Nyatanya banyak gelak tawa dan umpatan kecil sebagai tanda kedekatan kita di setiap obrolan. Tapi itu tentang hal-hal nyata dan ringan saja, tidak tentang pemikiran empirikal yang menjadi ideologi hidup kita.
Sering kudengar dari mulut mereka bahwa tak selamanya persandingan itu serasi dan sepadan, dan kau bilang perbedaan itu indah. Tapi entahlah aku selalu merasakannya sebagai beban, membuatku selalu ingin pergi saat idealisme mulai bertabrakan. Hei jangan tanyakan berapa kali aku menjalin cerita seperti ini, hampir semuanya meranggas karena aku yang terlalu. Terlalu keras, terlalu empiris, terlalu egalitarian, terlalu jalang.
Pergi? Entahlah, mungkin tidak sekarang. Yang pasti aku tidak akan berjanji apapun padamu.

We are beautiful in our way

We are beautiful in our way

"O take me, if I can no longer be good, take me away"

Friend: What happened to you?
Me: Fine, I’m just losing myself.
Friend: What?!
Me: Don’t worry, it happens quite often. Just leave me alone.

"Maaf sayang, hanya terkadang aku sering merasa benar-benar lelah dengan diriku sendiri."

"Look at me, reckless and heartless. But somehow I survive."

"Your struggles develop your strengths. When you go through hardships and decide to not surrender, that is strength."

- Arnold Schawarzenegger (via psych-facts)

"Some are born posthumously."

- Friedrich Nietzsche, The Antichrist (via man-of-prose)

Siapa?

Identitas
Ras jadi komoditas
Nasionalisme meranggas

Siapa? Siapa?
Siapa ya saya?
Siapa ya anda?
Siapa ya kita?

Bangsa dan negara
Indonesia
Berlambang garuda, berazas pancasila
Katanya Bhinneka Tunggal Ika

Ah, bukankah itu retorika?

Benar orang Indonesia?
atau orang Jawa?
Benar cinta bangsa negara?
atau pemuja kekuasaan?

Lalu siapa ya kita?
Berjalan dengan langkah tegap
seperti ini tanah punya bapak, mbah
Nasionalisme digadang-gadang
padahal esensinya hampa
Bangga katanya jadi Indonesia
nyatanya tak tahu identitas jiwa

Jangan bangga jadi penguasa
Tanyakan dulu kau siapa

"Politic is a pistol shot in the middle of a concert."

- Stendhal

"Reading, she tells me, is what she does best. She loves it because it uses the whole of her, the right and the left, the hemispheres of reason and imagination. She discovered as a child that a closed book is a darkness anyone can enter, not a scary darkness like a basement or a storm, but a comforting one that wrapped her up neatly inside a world she could control."

- Jenny Hubbard, Paper Covers Rock (via quoted-books)